MURATARA | DETAK NEWS — Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Bagian Kesra Setda Muratara kembali menggelar kegiatan Muratara Bersholawat dan Berdoa Bersama Tahun 2025. Acara penuh keberkahan ini dilaksanakan di Masjid Taqwa Kelurahan Muara Rupit, menghadirkan ribuan jamaah yang larut dalam lantunan sholawat bersama Bupati Muratara H. Devi Suhartoni dan ulama kharismatik KH. Jamil Hamid.
Kegiatan yang mengusung tema “Membumikan Sholawat, Muratara Berkah” ini menjadi momentum spiritual untuk memperkuat karakter religius, mempererat persatuan, serta memohon keberkahan bagi masyarakat Muratara.
Turut hadir Wakil Bupati Muratara H. Junius Wahyudi, Sekretaris Daerah H. Elvandari, Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya, para kepala OPD, camat, kepala desa, pimpinan lembaga, tokoh agama, serta Anggota Majelis Ta’lim se-Kabupaten Muratara. Hadir pula pimpinan perbankan, di antaranya Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Muara Rupit Vagha Julivanto, Pimpinan KCP BNI, serta Pimpinan KCP Mandiri.
Tausiyah KH. Jamil Hamid: “Isi Hati dengan Kebaikan, Agar Allah Isi Hidup dengan Keberkahan”
Dalam tausiyahnya, KH. Jamil Hamid mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak prasangka baik dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hati yang bersih dan penuh sangka baik akan mengundang kasih sayang Allah.

“Jangan biarkan hati kita dipenuhi prasangka buruk. Ketika hati kita lapang, Allah akan melapangkan hidup kita. Semakin kita bersholawat, semakin lembut hati kita, semakin dekat pula kita dengan Rasulullah Saw.,” ujarnya disambut haru para jamaah.
Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk membimbing generasi muda agar tumbuh sebagai anak-anak yang mencintai sholat, mencintai ibadah, dan dekat dengan Al-Qur’an.
“Mari kita ajak anak-anak kita agar cinta sholat, cinta masjid, dan cinta Al-Qur’an. Jangan biarkan mereka jauh dari cahaya ilmu agama. Generasi yang dekat dengan Al-Qur’an adalah generasi yang akan mengangkat derajat daerah kita,” pesan KH. Jamil Hamid.
Tak lupa, beliau mengingatkan pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jagalah lisan. Banyak orang celaka bukan karena hartanya, tapi karena lisannya. Biasakan lisan kita untuk berdzikir, bersholawat, dan berkata baik,” tutupnya sebelum memimpin jamaah melantunkan Ya Robbi Sholli ‘Ala Muhammad dengan penuh kekhusyukan. (A)



