MURATARA ,DETAKNEWS. -;Kabupaten Musi Rawas Utara – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan, terus mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah pedesaan. Di bawah kepemimpinan Devi Suhartoni bersama Wakil Bupati Junius Wahyudi, Pemkab Muratara menargetkan penguatan infrastruktur telekomunikasi sebagai langkah strategis menghapus stigma daerah tertinggal sekaligus meningkatkan daya saing antarwilayah di Sumsel.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Devi Suhartoni melalui pernyataan di akun Facebook pribadinya, Minggu (1/3/2026). Ia menyampaikan kabar baik bahwa, insyaallah pada April mendatang, akan dibangun empat tower jaringan telekomunikasi di sejumlah desa, salah satunya di SP8 Nibung.
“Ada empat desa insyaallah bulan April jika tidak ada perubahan lagi masuk tower, salah satunya SP8 Nibung,” tulisnya.
Menurut Bupati, keberadaan tower telekomunikasi sangat vital dalam membuka akses komunikasi, mempercepat arus informasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proses pembangunan tersebut dan menjaga iklim investasi tetap kondusif.
“Semoga kita terus berbenah. Ketika tower masuk, jangan sampai ada oknum yang meminta ini itu, nanti orang lari lagi,” tegasnya.
Selain pembangunan jaringan telekomunikasi, Pemkab Muratara juga memastikan kelanjutan pembangunan jalan utama di wilayah Nibung. Proyek tersebut direncanakan berjalan bertahap hingga 2026, termasuk peningkatan akses menuju kawasan Ulu Rawas.
Namun demikian, Bupati Devi tidak menampik adanya tekanan fiskal yang tengah dihadapi daerah. Ia menjelaskan, dana transfer pusat untuk tahun anggaran 2024 dan 2025 sebesar Rp225 miliar hingga kini masih tertahan. Bahkan pada 2026, Muratara mengalami pengurangan anggaran mencapai Rp480 miliar, sehingga berdampak pada sejumlah program pembangunan yang belum dapat direalisasikan secara menyeluruh.
“Angka ini sangat besar untuk menyelesaikan jalan, jembatan, rumah, dan sekolah. Jadi jika ada program belum berjalan, memang karena kendala anggaran,” ujarnya.
Meski berada dalam situasi keterbatasan fiskal, Bupati memastikan stabilitas pemerintahan tetap menjadi prioritas utama. Ia menegaskan komitmennya untuk menjamin pembayaran gaji guru, tenaga kesehatan, ASN, serta tenaga penunjang pemerintahan agar tetap aman dan tepat waktu.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menilai capaian pembangunan Muratara saat ini merupakan hasil kerja kolektif, termasuk kontribusi para pemimpin sebelumnya serta dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Herman Deru.
“Apakah Muratara sudah iluk nian? Sudah ada kemajuan, tapi belum sepenuhnya. Ini semua kerja keras kita bersama,” pungkasnya.
Di tengah berbagai tantangan fiskal, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, memprioritaskan program strategis, dan menjaga keberlanjutan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. !Rvn)



