Bupati Muratara Bahas Penanganan Kecelakaan dan Jalan Rawan Rusak di Polda Sumsel
PALEMBANG, DETAKNEWS — Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menghadiri rapat koordinasi penanganan kecelakaan angkutan penumpang yang digelar di Markas , Senin (11/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi lintas instansi dalam membahas langkah penanganan kecelakaan lalu lintas sekaligus upaya memperkuat keselamatan transportasi, khususnya di wilayah Kabupaten Muratara.
Dalam kesempatan itu, Devi Suhartoni menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pihak terkait guna menciptakan sistem transportasi yang aman dan tertib bagi masyarakat. Menurutnya, koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menghasilkan kebijakan konkret untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian Sumatera Selatan atas respon cepat dalam menangani insiden kecelakaan yang terjadi di Muratara. Menurutnya, langkah cepat aparat dalam melakukan evakuasi korban serta pendampingan kepada keluarga korban menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat.

“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi tindakan cepat aparat di lapangan, mulai dari penanganan korban hingga bantuan kepada keluarga korban dengan pendekatan yang humanis,” ujarnya.
Selain itu, HDS turut mengapresiasi perhatian Kapolda Sumsel beserta jajaran yang turun langsung ke Muratara untuk memastikan proses penanganan berjalan maksimal. Kehadiran pimpinan kepolisian dinilai membantu mempercepat koordinasi sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Muratara juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan terkait kondisi jalan nasional yang mengalami kerusakan di sejumlah titik. Pemkab Muratara diketahui telah beberapa kali mengirimkan usulan kepada Kementerian PUPR agar segera dilakukan perbaikan jalan yang dianggap rawan kecelakaan.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga melakukan langkah darurat seperti penimbunan jalan berlubang, pemasangan rambu peringatan, hingga pembatasan kecepatan di lokasi yang dinilai berisiko tinggi.
HDS menjelaskan, usulan perbaikan infrastruktur jalan tersebut telah disampaikan secara bertahap sejak tahun 2022 hingga 2025 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan mendukung kelancaran transportasi masyarakat.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut dapat menghasilkan solusi nyata untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, baik di Muratara maupun wilayah lain di Sumatera Selatan.
Menurutnya, keselamatan berkendara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat berkendara.(Aan)

