Jumat, 27 Februari 2026

MENU

Pewarta Profesi Mulia

Oleh: Agus M
(Penulis adalah Peserta Pelatihan Jurnalistik oleh Jawa Pos & HMI Cabang Lubuk Linggau Tahun 2003)

Peristiwa bersejarah yang terjadi pada 9 Februari 1946 merupakan bersatunya tekad wartawan Indonesia untuk ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Ketika itu negara dalam keadaan yang sangat genting.

Lalu, dalam pertemuan bersejarah 9 Februari 1946 itu PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) terbentuk dengan Ketua Mr. Soemanang dan sekretarisnya Soedarjo Tjokrokisworo.

Peristiwa yang menggembirakan dalam dunia pers Indonesia adalah saat kemerdekaan dan keterbukaan media dijamin oleh negara. Dan kini tiap tanggal 9 Februari insan pers memaknainya sebagai Hari Pers Nasional.

Pada Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2026 ini, saya mencoba menelisik kembali tentang profesi yang strategis ini. Pers selain menjadi pilar demokrasi, ia juga bekerja menjaga narasi kebangsaan agar tetap hidup.

Profesi ini menyimpan tugas mulia sepanjang peradaban manusia di muka bumi. Dimana tugas menyampaikan kabar dan menulis kabar ini telah diemban oleh orang-orang suci. Yaitu para nabi dan rasul Tuhan. Mereka mewartakan Kalam suci Tuhan dan kabar-kabar langit kepada umat manusia. Baik kabar masa lalu maupun masa depan. Setiap kabar yang dibawa oleh para nabi dan rasul mengandung kabar gembira dan peringatan.

Fakta dan harapan kehidupan manusia ditulis oleh pewarta (sahabat/murid) para Nabi dalam Kitab Suci. Menjadi pandu dan ensiklopedi sejarah yang menavigasi peradaban masa depan.

Seiring perkembangan zaman, tugas menyampaikan kabar dan mencatat peristiwa dilakoni oleh orang-orang yang rela menderita. Merekalah juru tinta, juru warta.

Bila karyanya berupa _good_ _news_ tidak banyak yang mengapresiasi. Namun bila insan media menyajikan _bad news,_ maka sumpah serapah dialamatkan padanya. Sudah jelas resiko membayangi mata. Oplah pun tak sebanding dengan garansinya.

Lihat saja, kasus pembakaran rumah wartawan Tribrata TV di Kab Karo. Yang hingga kini, anak yatim korban keganasan pihak yang namanya disentuh wartawan (korban) masih berjuang mencari keadilan. Dan masih banyak lagi deretan noktah pilu yang mendera para pewarta.

Meski demikian, profesi ini menarik dan diminati oleh banyak orang. Karena mereka yang memilih jalan hidup ini, mesti _strugle_ . Menulis berita adalah tugas mulia, sehingga para pewarta (insan media) mesti sedapat mungkin menjaga batas-batas kode etik dan kemerdekaannya.

Wartawan; Sejarahwan sepanjang Zaman.

Profesi wartawan tiap putaran waktu menghasilkan karya jurnalistik. Halaman-demi halaman dirunut dalam rubrik menarik untuk disajikan. Isue-demi issue dipintal dengan pikiran menjadi fakta yang diungkapkan. Lalu fakta dan kejadian (peristiwa) itu, tersimpan rapi dalam algoritma branda media.

Saat dinikmati pembaca dan pemirsa, ia menjadi nutrisi dalam bentuk informasi. Menjadi pijakan bagi pengambil kebijakan. Menjadi peluang bagi pencari harapan. Pun menjadi ancaman bagi kejahatan yang disembunyikan.

Kompilasi yang tercatat masif dan kreatif tak akan hilang oleh derasnya perubahan. Informasi-informasi itu tersusun dalam museum bergerak. Bahkan peristiwa ratusan tahun yang lalu, dapat ditarik kembali. Menjadi catatan sejarah yang terus dirawat oleh ingatan masa.

Wartawan adalah Sejarahwan yang tak putus. Catatan berbagai peristiwa tersusun rapi sebagai sejarah yang pernah terjadi. Siapakah Sejarahwan di dunia ini yang mampu mencatat peristiwa dari waktu ke waktu dalam kehidupan manusia itu? Dialah wartawan. Wartawan menyimpannya setiap dokumen momentum dalam alfabet berderet. Siapa pun boleh menikmati, mendownload dan menggunakan informasinya tak pernah dipungut royalti.

Wartawan adalah dedikasi kerja Sejarahwan.

Hari Pers Nasional tahun 2026 ini, wartawan menemukan tantangan baru. Kerjanya tidak hanya sekedar menulis warta, namun juga harus memviralkannya. Organisasi profesi (PWI) ditantang zaman. Dimana tiap orang yang menggenggam media sosial, kini telah menjelma menjadi pewarta. Tak peduli, ia paham kode etik atau tidak. Tak hirau, ia memiliki kartu pers atau tidak. Ia hanya butuh “akun”. Kemudian melabelinya dengan sebuah nama media.

Disinilah para insan media, dibutuhkan membaca dan mengulang paradigma Socrates. Para pewarta mesti pintar menggunakan teori Triple filter. Dimana berita harus berisi informasi Benar, Baik, dan Bermanfaat.

Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026.

Berkabarlah Para Insan Media. Karena Pers Menavigasi Sejarah Dunia.

Terpopuler

11 Tower Sinyal Usai di Bangun di Era Bupati Devi Suhartoni Bukti Nyata  Pembangunan Merata ke Desa
05 Apr

11 Tower Sinyal Usai di Bangun di Era Bupati Devi Suhartoni Bukti Nyata  Pembangunan Merata ke Desa

MURATARA | DETAKNEWS - Dalam masa kepemimpinan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni dan Wakil Bupati A Inayatullah terus

Bank Sumsel Babel Ikut Hadir Festival Bukit Layang Ke VIII Tahun 2024
06 Dec

Bank Sumsel Babel Ikut Hadir Festival Bukit Layang Ke VIII Tahun 2024

MURATARA | DETAKnews - Bank Sumsel Babel Cabang Muara Rupit ambil Bagian di kegiatan tahunan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara

DPRD Musi Rawas Mantapkan Arah Kebijakan Anggaran 2026 Lewat Rapat Paripurna KUA-PPAS
27 Aug

DPRD Musi Rawas Mantapkan Arah Kebijakan Anggaran 2026 Lewat Rapat Paripurna KUA-PPAS

DETAKNEWS |MUSI RAWAS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan Badan

Wabup Muratara, H. Inayatullah Buka Open Turnamen Sepak Bola HRS
11 Jan

Wabup Muratara, H. Inayatullah Buka Open Turnamen Sepak Bola HRS

MURATARA|DETAKNEWS- Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), H. Inayatullah buka langsung open ternamen sepak bola kaki Hj. Rita Suryani,

Prakiraan Cuaca Muratara Tanggal 9–15 Desembet 2025, BPBD Imbau Warga Waspada Hujan Sedang hingga Lebat
08 Dec

Prakiraan Cuaca Muratara Tanggal 9–15 Desembet 2025, BPBD Imbau Warga Waspada Hujan Sedang hingga Lebat

Muratara | Detak News — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang merilis prakiraan

Warga Desa Belani Urungkan Demo, Masalah Dipercayakan Kepada Bupati Muratara untuk Fasilitasi Mediasi
09 Apr

Warga Desa Belani Urungkan Demo, Masalah Dipercayakan Kepada Bupati Muratara untuk Fasilitasi Mediasi

MURATARA | DETAKNEWS -Terkait Permasalahan Ketenagakerjaan yang terjadi di Perusahaan yang bergerak di bidang Pertambangan Batu Bara PT Bara Sentosa

error: Content is protected !!

Menu

berita

Lainnya

© 2026 Media detaknews.net. All rights reserved. Design by sukaweb.site