Progres Konstruksi Capai 91 Persen, Tantangan Lahan Rawa Jadi Fokus Utama
PALEMBANG , DETAKNEWS – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung (Paltung) yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Proyek strategis nasional ini ditargetkan dapat segera beroperasi guna mendukung kelancaran arus lalu lintas saat momen libur besar seperti Natal dan Tahun Baru hingga Lebaran 2027.
Hingga Maret 2026, progres pembangunan untuk ruas Palembang–Betung Seksi 1-2 yang digarap Hutama Karya telah mencapai 69,63 persen. Secara keseluruhan, jika digabung dengan pekerjaan sebelumnya oleh PT Waskita Sriwijaya Tol, capaian konstruksi telah menyentuh angka 91,21 persen dari total panjang 54 kilometer.
Project Director Ruas Palembang–Betung Seksi 1-2, Fakhrudin, menjelaskan bahwa proyek ini sempat terhenti pada 2022 sebelum akhirnya dilanjutkan kembali oleh Hutama Karya sejak Oktober 2024, setelah pengalihan konsesi dari WST pada September 2024.
Dalam proses pengerjaannya, Hutama Karya menghadapi tantangan besar karena sebagian jalur melintasi area rawa dan tanah lunak. Untuk itu, berbagai metode khusus diterapkan guna memastikan kekuatan konstruksi, termasuk teknik vacuum preloading untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah penurunan jalan.
Terdapat lima titik utama yang menjadi fokus pekerjaan, dengan tiga di antaranya berada di kawasan rawa yang membutuhkan penanganan ekstra. Metode perbaikan tanah dilakukan di beberapa titik sepanjang ratusan meter, sementara satu titik lainnya difokuskan pada penyelesaian pengaspalan dan penyesuaian jalur.
Pekerjaan di salah satu titik ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan, sedangkan keseluruhan proyek, termasuk pembangunan Jembatan Sungai Musi V, ditargetkan selesai pada triwulan keempat 2026.

Difungsikan Saat Mudik, Tol Paltung Efektif Urai Kemacetan
Sementara itu, Kepala Regional Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Sumatera Bagian Selatan PT Hutama Karya, Arief Yeri, menyebut bahwa ruas tol ini sempat difungsikan secara gratis saat arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan tersebut dinilai efektif mengurangi kepadatan di jalan nasional serta memangkas waktu tempuh pemudik hingga tiga jam, khususnya untuk tujuan Jambi.
Ruas fungsional tersebut mencakup dua seksi, yakni Kramasan–Musi Landas dan Musi Landas–Pangkalan Balai. Ke depan, Hutama Karya berharap proses pembebasan lahan, khususnya di exit tol Simpang Sebidang Pangkalan Balai, dapat segera diselesaikan agar konektivitas dengan jalan nasional bisa dipercepat.
Di sisi lain, proyek tol ini juga terintegrasi dengan ruas Kayu Agung–Palembang yang dikelola PT Waskita Sriwijaya Tol. Saat ini, perbaikan jalan di beberapa titik tengah dilakukan melalui pengerukan aspal lama, pengisian ulang, serta pelapisan ulang guna meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.(Otie)


