Muratara , detakNews– Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai kegiatan pelepasan siswa kelas XII SMA Negeri Rupit tahun 2026 yang digelar secara khidmat di aula sekolah, Sabtu (18/4/2026). Sebanyak 319 siswa dinyatakan lulus setelah menuntaskan seluruh proses pembelajaran dan ujian akhir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pengawas SMA/SMK dari provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara, Kepala BKPSDM, Kapolsek Rupit, Ketua Komite Sekolah, tokoh masyarakat, serta para orang tua siswa.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Ia menekankan bahwa pembangunan pendidikan harus dimulai dari jenjang dasar hingga menengah sebagai fondasi utama.
“Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, kami menargetkan tidak ada lagi anak di Musi Rawas Utara yang mengalami buta huruf. Upaya ini dimulai sejak PAUD, TK, hingga SD sebagai dasar pembentukan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa untuk jenjang SMA, pihak kabupaten akan terus menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi guna menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. Para lulusan diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi maupun memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri Rupit, Muhammad Arief, M.Pd., menyampaikan pesan menyentuh kepada para siswa yang telah menyelesaikan masa belajarnya.
“Mulai hari ini, kami tidak lagi membimbing kalian secara langsung. Namun, nilai-nilai yang diajarkan guru akan selalu melekat sepanjang hidup kalian,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua, menghormati guru, serta menjauhi sikap sombong sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
Perwakilan sekolah, Salamusin, menjelaskan bahwa seluruh siswa yang dilepas telah memenuhi seluruh kriteria kelulusan.
“Sebanyak 319 siswa telah mengikuti seluruh tahapan pendidikan dan ujian akhir. Dengan demikian, mereka dinyatakan lulus secara resmi pada tahun 2026,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, 27 siswa berhasil meraih predikat berprestasi.
Acara pelepasan semakin meriah dengan berbagai penampilan seni, penyampaian pesan dan kesan dari siswa, serta prosesi simbolis pelepasan. Momen paling mengharukan terlihat saat siswa dan orang tua saling berpelukan sebagai tanda berakhirnya masa sekolah di tingkat SMA.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan pendidikan di bangku sekolah, tetapi juga menjadi awal langkah baru bagi para lulusan dalam meraih masa depan. Acara ditutup dengan doa bersama serta ucapan selamat dari seluruh tamu undangan.(Aan)


