JAMBI, DETAKNEWS — PT PLN (Persero) UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) terus mendukung pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Rumah BUMN Jambi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM kuliner agar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Kegiatan bertema “UMKM Kuliner Naik Kelas” tersebut diikuti puluhan pelaku usaha kuliner di Jambi. Program ini bertujuan membantu peserta memahami proses sertifikasi halal, mulai dari kelengkapan administrasi, pemilihan bahan baku, hingga proses produksi sesuai standar yang berlaku.
Program pendampingan ini hadir sebagai upaya menjawab kebutuhan pasar yang kini semakin memperhatikan kualitas dan jaminan kehalalan produk. Dengan memiliki sertifikat halal, produk UMKM diharapkan lebih dipercaya konsumen dan memiliki peluang lebih besar menembus pasar modern maupun platform digital.
CEO Rumah BUMN Jambi, Deko Sanjaya, mengatakan (24/04/2026) sertifikasi halal menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas peluang usaha pelaku UMKM.
Menurutnya, sertifikat halal bukan hanya sekadar persyaratan administrasi, tetapi juga bentuk peningkatan standar kualitas usaha agar lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai standar kebersihan dan keamanan produk, pemilihan bahan baku yang sesuai, hingga tata cara dokumentasi proses produksi. Para pelaku usaha turut didampingi langsung oleh fasilitator dan pendamping proses produk halal (P3H).
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menegaskan bahwa PLN sebagai pembina Rumah BUMN Jambi berkomitmen membantu UMKM agar berkembang lebih maju dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, penguatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pendampingan menjadi langkah strategis agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memiliki daya saing tinggi.
PLN berharap melalui program ini, UMKM binaan semakin siap menghadapi persaingan pasar dengan kualitas produk yang lebih baik, manajemen usaha yang tertata, serta kepatuhan terhadap standar dan regulasi yang berlaku.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelaku usaha aktif berdiskusi mengenai proses sertifikasi halal dan kesiapan usaha mereka untuk memenuhi standar yang ditetapkan. Pendampingan ini diharapkan mampu mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM kuliner binaan sehingga produk lokal Jambi semakin kompetitif di pasar yang lebih luas.(Rilis)
