PALEMBANG | DETAKNEWS— Universitas Terbuka (UT) Palembang menggelar Seminar Wisuda sebagai bagian dari rangkaian Wisuda Periode I Tahun 2026 dengan mengusung tema “Membangun Literasi Unggul Sumatera Selatan: dari Infrastruktur Fisik Menuju Infrastruktur Jiwa”.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan dan kualitas lulusan di era perubahan cepat.
Seminar ini menegaskan bahwa literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan mengeja peluang, membaca perubahan, serta menyiapkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Literasi juga ditekankan sebagai milik semua, tidak terpusat di kota, melainkan harus hidup hingga ke desa melalui gerakan literasi semesta yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung, mengemuka persoalan paradoks ketenagakerjaan, di mana lapangan kerja tersedia namun ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) masih menjadi hambatan utama. Hal ini menegaskan pentingnya penguatan konsep link and match secara substantif antara lembaga pendidikan dan dunia usaha, termasuk melalui co-creation kurikulum dan standarisasi kompetensi global, khususnya di bidang digital skill.
Direktur Universitas Terbuka Palembang, Drs. Muhammad Taufik Abunaim, M.M., dalam sambutannya menegaskan komitmen UT dalam menjaga marwah akademik di tengah pertumbuhan jumlah mahasiswa yang terus meningkat.
“Marwah akademik Universitas Terbuka kita jaga dengan sangat ketat. Alhamdulillah, jumlah mahasiswa UT secara nasional kini mendekati 800 ribu orang, dan UT Palembang menjadi salah satu penyumbang terbesar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa UT Palembang saat ini berada di peringkat keempat nasional dengan jumlah mahasiswa terbanyak, serta pada tahun 2025 Universitas Terbuka dinobatkan sebagai Universitas Terbuka terbaik di Asia–Eropa (AE) Indonesia.
“Ini adalah capaian yang patut kita syukuri bersama. Melalui seminar wisuda ini, kami ingin menegaskan bahwa pertumbuhan kuantitas harus sejalan dengan kualitas, relevansi, dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, UT Palembang menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan jarak jauh, tetapi juga sebagai penggerak infrastruktur intelektual yang berorientasi pada masa depan, dengan tujuan akhir memperkecil kesenjangan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan nyata dunia kerja.(Otie)



